
Governance sebagai sebuah sistem
Berdasarkan pada paradigma fungsionalis. Adam Smith mengibaratkan kerangka governance sebagai suatu permainan papan catur di mana keberhasilan permainan tersebut tergantung dari kerja tiap komponen.
Pada intinya sistem adalah kesatuan antarkomponen sehingga bila satu komponen berjalan menyimpang, maka sistem secara keseluruhan akan menjadi kacau. Berdasarkan metafora tersebut, dapat dinyatakan bahwa sebagai suatu sistem, CG yang terdiri dari berbagai perangkat/kelembagaan serta code of conduct dan hukum, dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan melalui mekanisme checks and balances agar sistem dapat bekerja secara optimal
Corporate Governance sistem dan model
Menurut Shaw(2003) pemahaman terhadap the system of governance dan the governance model merupakan hal yang krusial di dalam memahami operasionalisasi konsep governance, terutama dalam upaya memahami proses organisasi melalui kerangka governance
Governance model merupakan kerangka dan proses pengambilan keputusan yang didesain agar korporasi mampu tumbuh dan bertahan di dalam lingkungannya. Namun governance model hanya akan menjadi benda mati tanpa didukung oleh governance system yang dinamis
Secara singkat, berikut perbandingan antara model dengan sistem governance
Governance Model
Governance Model merupakan kerangka dan proses termasuk aktivitas serta berbagai peralatan dan metodologi yang dapat dideskripsikan, didokumentasikan, dipelajari, serta dioperasionalisasikan dalam sebuah organisasi.
Governance System
Keterlibatan aktif dari
keseluruhan perangkat
organisasi yang
berinteraksi secara dinamis
di dalam kerangka
governance model.
Keberagaman sistem Corporate Governance
Variasi dalam praktik dan aplikasi sistem CG di berbagai negara dapat dianggap sebagai fenomena yang penting. Secara positif variasi tersebut diharapkan dapat mengacu pada upaya pencarian (melalui pengembangan) suatu sistem (dengan 'struktur' maupun 'mekanisme') governance yang semakin efisien. Proses pengembangan ini pada akhirnya diharapkan dapat mengarah kepada upaya memaksimumkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (to create the wealth for society as a whole).
Governance dan Sistem Keuangan
Sistem keuangan yang dianut oleh sebuah perekonomian dapat dibedakan menjadi sistem keuangan yang berorientasi kepada bank (bank oriented) dan berorientasi pada pasar (market oriented). Pengklasifikasian ini berdasarkan pada perspektif incomplete contracting literature. Sistem keuangan berorientasi pasar biasanya ditemukan pada negara Anglo-Saxon seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia dan beberapa negara persemakmuran / commonwealth lainnya. Sementara sistem keuangan berorientasi perbankan lazimnya ditemukan pada berbagai negara Eropa daratan (Continental European) serta Jepang.
Perbedaan antara Bank Oriented dan Market Oriented
Bank Oriented
Bank Oriented
•Pembiayaan perusahaan didominasi oleh penggunaan sumber pembiayaan dari lembaga perbankan.
•Biasanya diterapkan pada negara Eropa daratan (Continental Europe) dan Jepang
•Pembiayaan perusahaan didominasi oleh dana yang berasal dari pasar modal.
•Biasanya diterapkan pada negara Anglo-Saxon
Karakteristik Governance di Indonesia
•Indonesia mengadopsi tradisi hukum French civil law tradition yg digunakan negara kontinental Eropa.
• Menggunakan sistem two tier board yaitu Direksi dan Dewan Komisaris sebagaimana dinyatakan dalam UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
• Perusahaan di Indonesia didominasi oleh struktur kepemilikan yang terkonsentrasi.
• Sumber pembiayaan secara dominan berasal dari pembiayaan eksternal seperti melalui lembaga perbankan.
Governance Structure
Annual General Meetings of Shareholders (RUPS)
Boards of Directors (BOD)
The Executive Managers (CEO)
Unitary Board
(Anglo-Saxon)
General Meetings of Shareholders
Board of Director
CEO & Top Management
Managers & Employee
Model Board Structure
Two Tier Board
(Continental Europe)
General Assembly of Shareholders
Supervisory Board
Management Board
CEO & Top Management
Managers & Employee
Two Tier Board
(Indonesia)
Rapat Umum Pemegang Saham
Dewan Komisaris
Direksi
Managers & Employee
The Governance System Elements
Shareholders
Corporate
Stakeholders
Governance Structure
Governance Mechanism
Governance Outcomes
Corporate Culture & Value
Governance Principles
Corporate Objectives & Strategy
The Governance Mechanism
The Internal Mechanism
Board of Directors & Incentive Schemes
The External Mechanism
Capital Market, Product & Labor Market, Law & Regulation
Governance Outcomes
Manfaat penerapan Corporate Governance yang diharapkan:
1. Mengurangi konflik kepentingan antar pihak yang terlibat dalam perusahaan
2. Meningkatnya akses ke pasar modal
3. Meningkatnya daya saing perusahaan
Belajar Bisnis Kuy
Jalan Kuaro Kotak Pos 1068
Samarinda 75119, Kalimantan Timur, Indonesia
Social
belajarbisniskuy@gmail.com
Phone
(+628) 456-7890 (Ade Sunan Bimantara)
© Belajar Bisnis Kuy 2023. All Right Reserved. University of Mulawarman